INFLUENCE DIAGRAM

Karakterisasi sistem merupakan pendekatan kondisi dunia nyata yang berhubungan dengan suatu permasalahan digambarkan dalam sebuah sistem. Solusi dari permasalahan didefinisikan sebagai tujuan (goal). Proses mendeskripsikan suatu sistem membutuhkan pemahaman inti dan konsep yang digunakan dalam pendekatan sistem (system approach). Permasalahan dalam dunia nyata, biasanya sangat kompleks. Jika sistem dilihat dan dideskripsikan secara keseluruhan, maka permasalahan menjadi tercampur (involved) dan tidak teratur (unmanageable). Tidak semua fitur dunia nyata relevan sebagai solusi, sehingga penjelasan secara parsial biasa digunakan. Penjelasan secara parsial biasanya disebut sebagai karakterisasi sistem. Karakterisasi sistem hanya melibatkan fitur-fitur yang relevan membuat sebuah solusi. Karakterisasi sistem merupakan proses penyederhanaan (simplification) dan idealisasi (idealization).

Sebuah sistem didefinisikan sebagai sekumpulan objek yang saling berhubungan. Objek memiliki atribut-atribut yang dideskripsikan sebagai parameter dan variabel. parameter adalah atribut intrinsik sebuah objek. Sedangkan variabel adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk mendeskripsikan interaksi atau hubungan antar objek-objek dalam suatu sistem.

Karakterisasi sistem dapat digambarkan dalam influence diagram. Influence diagram sering digunakan untuk menggambarkan suatu pendekatan proses. Gambar di bawah menunjukkan kaidah diagram yang digunakan

Notasi secara jelas mengidentifikasi beberapa elemen yang terlibat seperti input yang terkendali ( control inputs), input yang tidak terkendali (uncontrollable inputs), output, dan komponen sistem. Komponen-komponen sistem direpresentasikan dengan atribut-atributnya, karena hal ini berpengaruh atau berubah dengan adanya influence relationships. Masing-masing atribut ditunjukkan secara terpisah dan dapat  dilihat pada variabel-variabel sistem.Untuk atribut yang dapat dihitung, variable sistem adalah nilai dari corresponding state variable. Sebagai contoh, pada production/inventory system, ‘raw material’ yang dipakai menjadi variable dan jumlah atau nilai rata-ratanya adalah nilainya. Ini akan mengurangi besarnya stock raw material. Gambar berikut merupakan contoh influence diagram pada production/inventory system


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s