untitled

di dalam sebuah ruang tanpa jendela, dengan ditemani bayangan.

kamu tahu mereka tidak akan melupakanmu, mereka akan menyerap kamu.

dengan emosi yang hancur,

jangan tanya apakah itu berarti.

jangan biarkan itu membuatmu kesal,

mulai saja sekali lagi.

di dalam dunia di bawah kaca,

kamu bisa melihat dunia melewatimu.

dan tak seorang pun bisa menyentuhmu,

kamu pikir kamu aman.

tetapi angin bisa berembus dingin,

di dalam kedalaman jiwamu.

di tempat yang kamu pikir tak seorang pun bisa menyakitimu,

sampai semuanya terlambat.

kamu berlari sampai kelelahan,

tahukah kamu cara berhenti?

semua orang berlari melewatimu,

kamu melambaikan tangan.

mereka semua hanya tersenyum,

karena kamu tampak sepeerti anak kecil.

tidak pernah terpikir bahwa mereka telah membuatmu kesal,

mereka melihatmu menangis

DUNIA DIBALIK KACA, kisah nyata seorang gadis autistik

habis liat status fb salah seorang teman, saya jadi ingat kalo tanggal 2 april kemarin adalah hari autis, tapi baru hari ini sempat nulis…

secara umum autis dikenal sebagai suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). Tapi dalam buku ini autis dipaparkan secara objektif dari sudut pandang orang dalam “donna williams”, seorang penderita autis yang lahir tahun 1963 dan kini mendirikan AAAC – Alternative Approaches to Autism Consultancy.

Saya tidak akan bercerita tentang buku ini, hanya ingin membuat anda  penasaran untuk memabcanya sendiri :P….

buku berjudul “Dunia di Balik Kaca” ini saya beli beberapa tahun yang lalu karena penasaran..sangat menakjubkan, ditulis oleh seorang wanita yang menyingkap misteri dunia autisme bagi jutaan manusia yang kurang memahaminya..”Donna Williams” berhasil membuat peta dari sebuah dunia yang paling sulit dijamah, sebuah kesaksian mempesona tentang kecerdasan yang tak lekang oleh derita mental

berikut kutipan lembar buku ini yang cukup mempesona :

Aku memandangi pecahan-pecahan piring di atas lantai melalui mata yang basah oleh air mata, kemudian menyayat wajahku karena marah. Aku memotong pipi, dahi, dan daguku. Merasa bahwa aku tidak akan kehilangan apapun, dengan tenang aku berjalan menuruni tangga untuk menyatakan protes tanpa kata-kata. Di dalam pikiranku, perbuatanku benar-benar waras. Aku tidak tahu bagaimana menuntut untuk dipahami. Aku tersesat dan terjebak, dan aku sedang membuat sebuah penyataan…Waktu itu usiaku sembilan tahun, dan aku hampir dikirim ke rumah sakit jiwa.

……….AUTISME BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA, IA HANYA MEMBAWAMU KE SEBUAH DUNIA BARU……..

kalau penasaran, baca sendiri yah…heheee

KEPADA SAUDARIKU PARA MUSLIMAH : KAMI IRI PADA KALIAN

Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.

Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam.

Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk “Kepada Saudariku Para Muslimah”;

Ditengah serangan Israel ke Libanon dan “perang melawan teror” yang dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap rumah di AS.

Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa rakyat Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat kalian (para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.

Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian.

Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah serangan bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.

Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.

Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.

Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas. Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.

Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.

Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga. Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.

Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.

Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.

Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu.

Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.

Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.

Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.

Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.

Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu

Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.

Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.

Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal. Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.

Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.

Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.

Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula.

Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.

Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.

Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang. Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.

Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !.

KALIAN UJIAN KAMIS/RABU, MOHON BELAJAR

ni posting lanjutan “BACK TO GREEN CAMPUS”, setelah ribet sana sini dengan semangat membara biar cpt lulus, akhirnya ga sia-sia juga usaha saya,
walaupun kemarin para dosen yg saya temui hanya bisa bilang ” saya usahakan tp ga janji lho”, saya yakin ada secercah harapan dr kata2 itu..
ya..saya tau apa yg mereka rasakan waktu mahasiswanya yg bodoh ini minta lulus cpt sementara ga ada jadwal seminar, secara mereka harus ngobrak-abrik sistem yg udah dibuat kalo ngadain seminar utk saya, tp mereka juga pasti kasian membiarkan saya (kami) lulus lebih lama lagi  dg kerjaan yg udah beres..
saya bersama ketiga sahabat senasib saya herdiesel santosa, rizal nur andy, ita (entah ita siapa, saya ga tau nama panjangnya coz  bukan classmate) hehe, yang selalu bergantian menunggui dosen dan merayu (memohon maksudnya) supaya  seminar kami berlangsung diluar jadwal…

setelah dosen ketua KBK kami mengijinkan dengan catatan kami mencari sendiri penguji di seminar kami nanti, tanpa pikir panjang kami “iya”kan syarat dari beliau, walaupun entah gimana caranya nanti, pokoknya “iya” dulu aja lah hehe

barulah setelah itu pertempuran dimulai hehe,, lirik sana lirik sini, otak mulai berputar siapa kiranya dosen baik hati sang penolong itu, setelah beberapa hari akhirnya kami berempat  siap menghadap dosen ketua KBK lg dengan nama penguji yg siap kami ajukan, beliau hanya bilang..”ya, kalian tunggu ploting jadwal dari saya”

alhamdulillah, inilah suara paling indah yang pernah kami dengar ( agak lebay si memang).. :P

dan pagi ini saya mendapatkan sms dari nomor tak dikenal “kalian ujian rabu/kamis, mohon belajar” alhamdulillah, inilah sms paling indah yg pernah saya terima (lebay lagi),  ta salah lagi itu sms dari dosen KBK saya…terima kasih ya Allah, walaupun seminar bukan jaminan kesuksesan tapi setidaknya saya segera dapat melampaui satu tahap dalam hidup saya, dan kembali berjuang untuk tahap selanjutnya, doakan saya teman2…

BAIM LUWCUUU

ni dia nih artis favorit saya, manusia paling lucu & gemesin seduania setelah ponakan saya “chiefa” hahahaa, tetep…
kemarin liat dia nyanyi di inbox,,,wezz kalah tuh semua penyanyi papan atas, secara dia punya nilai plus plus dibanding yg lainnya
plus pipi embemnya, hahahaa…
terlepas dari kontroversi “eksploitasi anak” atau bukan, saya rasa dari pandangan sekilas dia menikmati perannya sbg artis cilik
ga tau deh gimana batin tu anak
mudah2an dia ga cepet gede biar ga ilang lucunya, hmmm…


BACK TO GREEN CAMPUS

Kembali kekampus setelah beberapa hari vacum, bukan utk kuliah tp mencari2 celah agar bisa lulus cepet….
secara semua kerjaan udah beres tp berhubung ngga ada jadwal seminar hasil dalam waktu dekat ini terpaksa jadi pengangguran sementara selama beberapa minggu, tapi otak tak berhenti berpikir, gimana bisa seminar diluar jadwal resmi, tekat sudah bulat

“HARUS LULUS DALAM WAKTU DEKAT”

moga hari ini penuh berkah. Doain saya teman2